20260129134649-unwahas-thailand

FH Unwahas Laksanakan Benchmarking Internasional ke Krirk University Thailand

Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan mutu pendidikan tinggi dan internasionalisasi perguruan tinggi melalui kegiatan benchmarking akademik ke Krirk University, Bangkok, Thailand. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Fakultas Hukum UNWAHAS dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik, kurikulum, penelitian, serta jejaring kerja sama internasional di kawasan ASEAN.

Rombongan delegasi Fakultas Hukum Unwahas dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Unwahas, Dr. M. Shidqon Prabowo, S.H., M.H., didampingi oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan. Kehadiran delegasi Unwahas disambut secara resmi oleh pimpinan dan perwakilan Fakultas Hukum Krirk University beserta jajaran akademisi.

Dalam kegiatan benchmarking tersebut, kedua institusi melakukan diskusi mendalam terkait berbagai aspek strategis pengelolaan pendidikan tinggi hukum. Pembahasan meliputi pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu internal, metode pembelajaran hukum yang adaptif terhadap perkembangan global, serta penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa.

Selain itu, Fakultas Hukum Unwahas juga mempelajari praktik penyelenggaraan program internasional yang telah diterapkan oleh Krirk University, termasuk pengelolaan mahasiswa asing, pelaksanaan perkuliahan berbahasa internasional, serta integrasi perspektif hukum internasional dan hukum komparatif dalam kurikulum pendidikan hukum.

Krirk University merupakan salah satu universitas swasta ternama di Thailand yang berlokasi di Bangkok dan memiliki reputasi dalam pengembangan program akademik internasional. Fakultas Hukumnya dikenal aktif dalam kerja sama lintas negara, riset kolaboratif, serta pengembangan pendidikan hukum yang berorientasi global. Hal ini menjadi alasan utama Fakultas Hukum Unwahas menjadikan Krirk University sebagai mitra benchmarking internasional.

Dekan Fakultas Hukum Unwahas Dr. Muhammad Shidqon Prabowo. SH., MH menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini memiliki nilai strategis dalam rangka meningkatkan daya saing institusi.

“Benchmarking ke Krirk University merupakan langkah konkret Fakultas Hukum Unwahas untuk belajar dari praktik terbaik perguruan tinggi luar negeri, khususnya dalam pengelolaan pendidikan hukum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi internasional. Hasil benchmarking ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan akademik di Fakultas Hukum Unwahas ke depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga membuka peluang penjajakan kerja sama internasional, antara lain dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa (student and lecturer exchange), kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah, seminar internasional bersama, hingga pengembangan kurikulum kolaboratif antarperguruan tinggi di tingkat regional ASEAN.

Melalui benchmarking internasional ini, Fakultas Hukum Unwahas berharap dapat memperkuat posisi institusi sebagai fakultas hukum yang unggul, berdaya saing global, serta mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan wawasan internasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UNWAHAS dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu hukum di tingkat nasional maupun internasional.

source : https://news.espos.id/fh-unwahas-laksanakan-benchmarking-internasional-ke-krirk-university-thailand-2184679

1769401213101

Bangun Kolaborasi Internasional, Upaya dari Perguruan Tinggi Perkuat Mutu dan Kinerja Akademi

 Unwahas dan Bangkok Thonburi University (BTU), Thailand membangun kolaborasi untuk semakin memperkuat mutu kinerja akademi seperti perkuliahan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Salah satu agenda yang dijalankan dua kampus mitra ini adalah kerja sama akademi global.

Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan kegiatan Academic Knowledge Exchange Seminar Project on Trade and Tax Policy in Thailand and Indonesia.”Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan jejaring akademik internasional serta pertukaran pengetahuan di bidang kebijakan perdagangan dan perpajakan antara kedua negara,” tutur Kepala Kantor Urusan International dan Kerjasama (KUIK) Unwahas Nanang Nur Kholis.

Dia baru-baru ini hadir dalam kegiatan tersebut, yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari Indonesia dan Thailand untuk mendiskusikan perkembangan terbaru. Selain itu, ada tantangan, serta peluang harmonisasi kebijakan ekonomi perpajakan di tengah dinamika ekonomi global dan integrasi kawasan ASEAN.

Fokus pembahasan meliputi kebijakan perdagangan internasional, sistem perpajakan nasional, implikasi perjanjian perdagangan bebas, serta tantangan digitalisasi ekonomi terhadap rezim pajak dan perdagangan. Forum tersebut berlangsung Bangkok Thonburi University (BTU),Thailand.

Dia juga menambahkan kegiatan ini menjadi langkah strategis meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. Khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis internasional.

Dekan Fakultas Hukum Unwahas Shidqon Prabowo, menyatakan kerja sama ini diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.

Sementaa, Mahrus Ali, yang menjadi narasumber kegiatan ini, menegaskan melalui agenda semacam dua institusi perguruan tinggi tersebut dapat berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu hukum, khususnya di bidang perdagangan dan perpajakan. Selain itu juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan hukum dan ekonomi regional yang berkelanjutan.

Sebagai institusi pendidikan tinggi mereka harus responsif terhadap isu global serta berkomitmen dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif.

Kemudian inklusif, dan berorientasi pada penguatan hukum dan kebijakan publik di kawasan Asia Tenggara.

Source : https://www.suaramerdeka.com/pendidikan/0416625729/bangun-kolaborasi-internasional-upaya-dari-perguruan-tinggi-perkuat-mutu-dan-kinerja-akademi?page=2

1769401213101

FH Unwahas dan Bangkok Thonburi University Gelar Seminar Pertukaran Pengetahuan

Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menjalin kerja sama akademik internasional dengan Bangkok Thonburi University (BTU), Thailand, melalui penyelenggaraan Academic Knowledge Exchange Seminar Project on Trade and Tax Policy in Thailand and Indonesia pada Jumat (24/1).

Seminar ini menjadi bagian dari upaya penguatan jejaring akademik internasional serta pertukaran pengetahuan di bidang kebijakan perdagangan dan perpajakan antara Indonesia dan Thailand, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan integrasi kawasan ASEAN.

Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari kedua negara untuk membahas perkembangan terbaru, tantangan, serta peluang harmonisasi kebijakan trade and tax policy.

Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari kebijakan perdagangan internasional, sistem perpajakan nasional, dampak perjanjian perdagangan bebas, hingga tantangan digitalisasi ekonomi terhadap rezim pajak dan perdagangan.

Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) Universitas Wahid Hasyim, Nanang Nur Kholis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi berbasis internasional.

“Seminar ini menjadi media penguatan kerja sama pendidikan dan penelitian, sekaligus memperluas perspektif global sivitas akademika Unwahas,” ujarnya.

Dekan Fakultas Hukum Unwahas, Shidqon Prabowo, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Bangkok Thonburi University diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif di bidang hukum perdagangan dan perpajakan.

Sementara itu, perwakilan Bangkok Thonburi University menilai forum akademik lintas negara penting untuk berbagi praktik terbaik (best practices) dan membangun pemahaman bersama terhadap kebijakan publik di kawasan ASEAN.

Selain diskusi akademik, seminar ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan, seperti joint research, pertukaran dosen dan mahasiswa, publikasi ilmiah bersama, serta pengembangan program akademik kolaboratif.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Unwahas dan Bangkok Thonburi University menegaskan komitmennya berkontribusi dalam pengembangan ilmu hukum serta mendukung pembangunan hukum dan ekonomi regional yang berkelanjutan.

source: https://bahterajateng.com/fh-unwahas-dan-bangkok-thonburi-university-gelar-seminar-pertukaran-pengetahuan/

IMG-20251127-WA0068

Benchmarking FH Unwahas ke FH UNTAG Surabaya, Perkuat Kolaborasi Akademik

Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melaksanakan kegiatan benchmarking sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya pada Senin (24/11).

Agenda berlangsung di Gedung Fakultas Teknik UNTAG Surabaya dan dihadiri pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan dari kedua institusi.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Hukum UNTAG Surabaya, Yovita Arie Mangesti. Ia memaparkan profil unggulan UNTAG Surabaya yang kini menaungi sembilan fakultas dan 35 program studi.Yovita juga menegaskan bahwa universitas dan Fakultas Hukum UNTAG telah terakreditasi Unggul, dengan lebih dari 50 persen program studinya meraih akreditasi serupa

“Kami bangga dapat berbagi pengalaman dan praktik baik kepada Fakultas Hukum UNWAHAS, terutama dalam tata kelola akademik dan pengembangan mutu,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Unwahas yang juga Sekretaris Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Mahmutarom, menekankan pentingnya kolaborasi antarkampus dalam memperkuat pendidikan hukum nasional. Ia menyebut terdapat keselarasan nilai antara kedua kampus.

“Identitas patriotisme dan nasionalisme UNTAG sejalan dengan karakter Aswaja Unwahas—keduanya menempatkan keberagaman bangsa sebagai fondasi,” ucapnya.

Dekan Fakultas Hukum Unwahas, M. Shidqon Prabowo, mengungkapkan bahwa benchmarking ini bertujuan mempelajari langsung praktik tata kelola fakultas yang telah terbukti efektif.

“Kami ingin belajar tentang pengembangan kurikulum berbasis OBE, manajemen keuangan fakultas, sistem layanan tenaga kependidikan, serta aspek tata kelola lainnya. UNTAG Surabaya adalah tempat yang tepat untuk itu,” jelasnya.

Usai pemaparan materi, kedua fakultas menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang meliputi pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi bersama, pengabdian masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.Melalui kegiatan ini, kedua pihak berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis demi peningkatan mutu pendidikan hukum, perluasan jejaring akademik, dan inovasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, berbagi best practices, dan dokumentasi bersama sebagai simbol dimulainya kerja sama resmi antara kedua fakultas.

source : https://bahterajateng.com/benchmarking-fh-unwahas-ke-fh-untag-surabaya-perkuat-kolaborasi-akademik/#google_vignette

img-20251128-072633_1764293738

FH Unwahas Jalin Kerjasama Dengan FH Untag Surabaya Kembangkan Kurikulum Pendidikan Hukum

Fakultas Hukum (FH) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menjalin kerjasama dengan Fakuktas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya untuk mengembangkan kurikulum pendidikan hukum di Indonesia.   Penandatanganan kerjasama dua pihak dilaksanakan disela acara benchmarking FH Unwahas dan FH Untag yang berlangsung di Gedung Fakultas Teknik Untag Surabaya dan dihadiri oleh pimpinan kedua fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan, Senin (24/11/2025)

Guru Besar Fakultas Hukum Unwahas sekaligus Sekertaris Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof Mahmutarom, mengatakan kan pentingnya kolaborasi antar kampus untuk memperkuat kualitas pendidikan hukum di Indonesia. 

“Unwahas Semarang dengan Untag Surabaya memiliki kesamaan karakter. Unwahas yang berkarakter Aswaja menempatkan keberagaman bangsa Indonesia sebagai fondasi, sedangkan Untag Surabaya lekat dengan identitas patriotisme dan nasionalisme,” kata Pof Mahmutarom di Semarang, Kamis (27/11/2025)

Menurutnya, dengan demikian keduanya memiliki keselarasan nilai yang jika dikolaborasikan akan menjadi kekuatan uang dahsyat, terutama dibidang pengembangan kurikulum fakultas hukum.   Karena, lanjutnya, nilai-nilai tersebut menjadi ruang bersama bagi kedua fakultas ini untuk saling menguatkan melalui strategi sinergi keilmuan dan kebangsaan.   Dekan FH Unwahas Muhamad Shidqon Prabowo, mengatakan secara khusus tujuan utama benchmarking ini adalah untuk belajar langsung dari FH Untag Surabaya yang telah lebih dahulu mencapai predikat unggul. 

  “Kami datang pada tempat yang tepat. Fakultas Hukum Untag Surabaya memiliki program studi lengkap mulai dari S1, Magister, hingga Doktor yang semuanya memiliki kualitas tinggi. Kami ingin belajar mengenai pengembangan kurikulum berbasis OBE, manajemen keuangan fakultas, sistem layanan tenaga kependidikan, serta aspek tata kelola lainnya,” katanya.   Menurutnya kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi ilmiah bersama, pengabdian masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui kegiatan ini, kedua fakultas berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis demi meningkatkan kualitas pendidikan hukum.   Selain itu, ujarnya, juga untuk memperluas jejaring akademik, dan menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.   Usai penandatanganan kerjasama dilanjutkan dengan sesi diskusi, sharing best practices, dan dokumentasi bersama sebagai simbol dimulainya kerja sama resmi antar kedua pihak.

source : https://jateng.nu.or.id/pendidikan-tinggi/fh-unwahas-jalin-kerjasama-dengan-fh-untag-surabaya-kembangkan-kurikulum-pendidikan-hukum-p4RkO

IMG_20251128_084533

Unwahas–Untag Bangun Kemitraan Akademik untuk Kualitas Pendidikan Hukum yang Unggul

Fakultas Hukum (FH) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam upaya mengembangkan kurikulum dan memperkuat kualitas pendidikan hukum di Indonesia.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di sela kegiatan benchmarking FH Unwahas dan FH Untag di Gedung Fakultas Teknik Untag Surabaya, Senin (24/11/2025). Acara ini dihadiri pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan dari kedua kampus.

Guru Besar FH Unwahas sekaligus Sekretaris Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof Mahmutarom, menegaskan pentingnya kolaborasi antar kampus dalam menciptakan ekosistem pendidikan hukum yang lebih kuat dan relevan.

“Unwahas Semarang dengan karakter Aswaja menempatkan keberagaman sebagai fondasi, sementara Untag Surabaya dikenal dengan identitas patriotisme dan nasionalismenya. Dua karakter ini jika dikolaborasikan akan menjadi kekuatan yang dahsyat, terutama dalam pengembangan kurikulum,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi ruang bersama bagi kedua fakultas untuk saling menguatkan melalui sinergi keilmuan dan kebangsaan.

Dekan FH Unwahas, Muhamad Shidqon Prabowo, menambahkan bahwa benchmarking ini dilakukan untuk belajar secara langsung dari FH Untag Surabaya yang telah meraih predikat unggul.

“Kami datang pada tempat yang tepat. FH Untag memiliki program studi lengkap mulai dari S1, Magister, hingga Doktor dengan kualitas tinggi. Kami ingin memperdalam pengembangan kurikulum berbasis OBE, manajemen keuangan fakultas, layanan tenaga kependidikan, dan aspek tata kelola lainnya,” jelasnya.

Kerja sama kedua fakultas ini mencakup pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi ilmiah bersama, pengabdian masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Melalui sinergi tersebut, keduanya berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan hukum di Indonesia.

Usai penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, berbagi praktik baik, serta sesi dokumentasi bersama sebagai tanda dimulainya kerja sama resmi antara FH Unwahas dan FH Untag Surabaya.

source : https://kabarnujateng.com/fh-unwahas-jalin-kerja-sama-dengan-fh-untag-surabaya-untuk-penguatan-kurikulum-hukum/

20251127150241-unwahas-untag-ok

Benchmarking Fakultas Hukum Unwahas ke Fakultas Hukum Untag Surabaya

SEMARANG-Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melaksanakan kegiatan benchmarking dan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Fakultas Teknik UNTAG Surabaya dan dihadiri oleh pimpinan kedua fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan.

Acara resmi dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Hukum Untag Surabaya, Dr. Yovita Arie Mangesti, S.H., M.H., yang memaparkan profil unggulan Untag Surabaya. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa Untag Surabaya merupakan universitas besar dengan 9 fakultas dan 35 program studi. Ia menambahkan bahwa universitas dan fakultas hukum telah terakreditasi Unggul, dan lebih dari 50% program studi juga telah mencapai akreditasi Unggul.

“Kami bangga dapat berbagi pengalaman dan praktik baik kepada Fakultas Hukum Unwahas, khususnya dalam hal tata kelola akademik dan pengembangan mutu,” ujar Dr. Yovita.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Unwahas sekaligus Sekertaris Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Dr. Mahmutarom, S.H., M.H., menekankan pentingnya kolaborasi antarkampus untuk memperkuat kualitas pendidikan hukum di Indonesia. Dalam sambutannya, Prof. Mahmutarom menyoroti kesamaan karakter antara kedua institusi.

“Untag Surabaya dengan identitas patriotisme dan nasionalisme, memiliki keselarasan nilai dengan Unwahas yang berkarakter Aswaja—keduanya menempatkan keberagaman bangsa Indonesia sebagai fondasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut menjadi ruang bersama bagi kedua fakultas untuk memperkuat sinergi keilmuan dan kebangsaan.

Dari pihak Unwahas, Dekan Fakultas Hukum Unwahas, Dr. M. Shidqon Prabowo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa tujuan utama benchmarking ini adalah untuk belajar langsung dari Fakultas Hukum Untag Surabaya yang telah lebih dahulu mencapai predikat unggul.

“Kami datang pada tempat yang tepat. Fakultas Hukum Untag Surabaya memiliki program studi lengkap mulai dari S1, Magister, hingga Doktor yang semuanya memiliki kualitas tinggi. Kami ingin belajar mengenai pengembangan kurikulum berbasis OBE, manajemen keuangan fakultas, sistem layanan tenaga kependidikan, serta aspek tata kelola lainnya,” ungkap Dr. Shidqon.

Usai rangkaian pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara kedua fakultas. Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi ilmiah bersama, pengabdian masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, kedua fakultas berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis demi meningkatkan kualitas pendidikan hukum, memperluas jejaring akademik, dan menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, sharing best practices, dan dokumentasi bersama sebagai simbol dimulainya kerja sama resmi antar kedua pihak.

source : https://news.espos.id/benchmarking-fakultas-hukum-unwahas-ke-fakultas-hukum-untag-surabaya-2167203

Gambar WhatsApp 2025-11-08 pukul 01.35.03_e79d2200

Unwahas dan BPKN RI Teken MoU, Perkuat Perlindungan Konsumen Lewat Riset dan Komunitas Cerdas

Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Selasa (4/11).

Kegiatan yang digelar di Kampus II Unwahas tersebut dirangkaikan dengan kuliah umum Fakultas Hukum.

Kerja sama ini bertujuan memperkuat perlindungan konsumen melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto, menyebut kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Unwahas sebagai kampus “Aswaja Muda Mendunia” untuk bersinergi dengan lembaga negara.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak konsumen.

“Unwahas berkomitmen mencetak intelektual yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan berkeadilan,” ujar Prof. Helmy. Implementasi kerja sama meliputi riset bersama isu perlindungan konsumen, sosialisasi hukum melalui kegiatan pengabdian masyarakat, serta program magang berdampak di kantor BPKN RI pusat maupun daerah.

Ketua BPKN RI, Prof. Muhammad Mufti Mubarok, mengatakan perlindungan konsumen kini menjadi isu kompleks di tengah perkembangan digital dan kecerdasan buatan (AI).

Untuk itu, BPKN mendorong pembentukan Klinik Perlindungan Konsumen dan Kokonser (Komunitas Konsumen Cerdas) di Unwahas.

“Kokonser akan diisi mahasiswa yang memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan dan investasi bodong,” ujarnya.

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga negara dalam memperkuat perlindungan konsumen di Indonesia.

source : https://bahterajateng.com/unwahas-dan-bpkn-ri-teken-mou-perkuat-perlindungan-konsumen-lewat-riset-dan-komunitas-cerdas/

Mou FH Unwawah dengan PT Java Andalas Mandiri Jakarta

FH Unwahas Jalin Kerja Sama Strategis dengan PT JAM untuk Dukung PMB dan RPL

Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Java Andalas Manunggal (JAM) di Jakarta pada Selasa (30/9).

Kerja sama ini bertujuan memperkuat program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) serta mendukung implementasi Kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Melalui kemitraan ini, PT JAM berperan sebagai mitra agen PMB guna memperluas akses informasi sekaligus mempermudah calon mahasiswa mengikuti proses pendaftaran.

Selain itu, kerja sama juga mencakup asesmen untuk kelas RPL, yang dirancang bagi individu dengan pengalaman di bidang hukum namun belum memiliki pengakuan formal atas pengetahuan yang dimilikinya.

Dekan Fakultas Hukum Unwahas, Dr. Shidqon Prabowo, menyatakan kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memperluas akses pendidikan hukum yang inklusif.

“Kami berharap RPL membuka kesempatan bagi mereka yang sudah berpengalaman di dunia hukum agar mendapatkan pengakuan formal atas keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki,” ujarnya.

Direktur PT JAM, Dr (c) Adv. Danang Rahmat Surono, menyambut positif kolaborasi ini.

“Kami bangga dapat bekerja sama dengan FH Unwahas. Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak positif bagi pendidikan tinggi, terutama dalam memperkenalkan lebih banyak calon mahasiswa kepada Fakultas Hukum yang memiliki standar tinggi dan relevansi dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Kerja sama juga mencakup pengembangan kurikulum yang sesuai perkembangan industri hukum, penyelenggaraan seminar, pelatihan, dan lokakarya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Implementasi RPL diharapkan mempercepat proses pendidikan bagi praktisi hukum yang ingin memperoleh gelar akademis sesuai pengalaman mereka.

Fakultas Hukum Unwahas menegaskan, kerja sama ini akan memberikan manfaat langsung bagi kedua belah pihak, serta mendukung pengembangan pendidikan hukum yang lebih inovatif di Indonesia.

source : https://bahterajateng.com/fh-unwahas-jalin-kerja-sama-strategis-dengan-pt-jam-untuk-dukung-pmb-dan-rpl/

Gambar WhatsApp 2025-10-03 pukul 17.01.15_cc0d25c1

FH Unwahas dan Ikadin Jateng Buka Program Pendidikan Kemahiran Advokat

Fakultas Hukum (FH) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah secara resmi membuka Program Pendidikan Kemahiran Advokat (PKA), Jumat (3/10/2025).   Program ini diikuti 153 peserta, menjadikannya salah satu pelaksanaan PKA dengan jumlah peserta terbanyak di FH Unwahas.

Dekan FH Unwahas, Muchamad Shidqon Prabowo, menyampaikan apresiasi atas tingginya animo peserta yang datang dari berbagai latar belakang. Menurutnya, keberagaman tersebut mencerminkan wajah Indonesia sekaligus menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap profesi advokat.   “PKA ini bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi sarana mencetak calon advokat yang berintegritas, disiplin, dan kompeten. Program dirancang agar memberikan bekal akademis sekaligus praktis, baik keilmuan maupun etika profesi,” terangnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini bertumpu pada kedisiplinan peserta, komitmen narasumber, serta profesionalitas panitia. Karena itu, FH Unwahas menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi hukum, akademisi, pejabat pengadilan, kejaksaan, hingga advokat senior.   Kerja sama FH Unwahas dengan DPD Ikadin Jateng sendiri sudah berlangsung hampir satu dekade dan semakin harmonis.

Ketua DPD Ikadin Jateng, Aan Tawli, menegaskan bahwa profesi advokat bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa.   “Seorang advokat harus memiliki niat tulus, semangat benar, dan jiwa pengabdian. PKA ini kami rancang agar peserta mendapat teori sekaligus pengalaman praktis di bidang hukum pidana, perdata, niaga, hingga perpajakan,” ujarnya.Ia menekankan, advokat sejati bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pejuang keadilan yang mampu menjadi agen perubahan.   Acara ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah disepakati pada 15 Agustus 2025.   FH Unwahas dan Ikadin Jateng berharap, PKA ini dapat menjadi kawah candradimuka lahirnya advokat muda yang profesional sekaligus berkontribusi nyata dalam penegakan hukum di Indonesia.

Sumber: https://jateng.nu.or.id/pendidikan-tinggi/fh-unwahas-dan-ikadin-jateng-buka-program-pendidikan-kemahiran-advokat-jSrpn