Unwahas dan Bangkok Thonburi University (BTU), Thailand membangun kolaborasi untuk semakin memperkuat mutu kinerja akademi seperti perkuliahan, riset, dan pengabdian masyarakat.
Salah satu agenda yang dijalankan dua kampus mitra ini adalah kerja sama akademi global.
Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan kegiatan Academic Knowledge Exchange Seminar Project on Trade and Tax Policy in Thailand and Indonesia.”Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan jejaring akademik internasional serta pertukaran pengetahuan di bidang kebijakan perdagangan dan perpajakan antara kedua negara,” tutur Kepala Kantor Urusan International dan Kerjasama (KUIK) Unwahas Nanang Nur Kholis.
Dia baru-baru ini hadir dalam kegiatan tersebut, yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari Indonesia dan Thailand untuk mendiskusikan perkembangan terbaru. Selain itu, ada tantangan, serta peluang harmonisasi kebijakan ekonomi perpajakan di tengah dinamika ekonomi global dan integrasi kawasan ASEAN.
Fokus pembahasan meliputi kebijakan perdagangan internasional, sistem perpajakan nasional, implikasi perjanjian perdagangan bebas, serta tantangan digitalisasi ekonomi terhadap rezim pajak dan perdagangan. Forum tersebut berlangsung Bangkok Thonburi University (BTU),Thailand.
Dia juga menambahkan kegiatan ini menjadi langkah strategis meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. Khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis internasional.
Dekan Fakultas Hukum Unwahas Shidqon Prabowo, menyatakan kerja sama ini diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
Sementaa, Mahrus Ali, yang menjadi narasumber kegiatan ini, menegaskan melalui agenda semacam dua institusi perguruan tinggi tersebut dapat berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu hukum, khususnya di bidang perdagangan dan perpajakan. Selain itu juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan hukum dan ekonomi regional yang berkelanjutan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi mereka harus responsif terhadap isu global serta berkomitmen dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif.
Kemudian inklusif, dan berorientasi pada penguatan hukum dan kebijakan publik di kawasan Asia Tenggara.
Source : https://www.suaramerdeka.com/pendidikan/0416625729/bangun-kolaborasi-internasional-upaya-dari-perguruan-tinggi-perkuat-mutu-dan-kinerja-akademi?page=2


Add a Comment